AfisenaAfisena
Masuk
Kembali ke blog

Tiga orang minta akses, dan mereka meminta tiga hal berbeda

Kepala sekolah, guru pengganti, dan rekan yang membantu memeriksa. Ketiganya bilang perlu akses ke mata pelajaran yang sama, dan cuma satu di antaranya yang boleh membaca nilai.

Oleh Prins Naval NuzerenBaca 3 menit

Dalam satu minggu menjelang ujian, tiga orang meminta hal yang kedengarannya sama.

Kepala sekolah ingin melihat bagaimana kelas 8 berjalan. Seorang guru diminta menggantikan rekannya yang cuti selama sebulan. Dan seorang guru lain bersedia membantu memeriksa soal uraian — hanya memeriksa, bukan yang lain.

Ketiganya bilang "saya perlu akses ke mata pelajaran itu". Ketiganya butuh hal yang berbeda, dan memberi mereka satu jawaban yang sama adalah cara paling cepat membuat semua orang di sekolah bisa melihat segalanya.

Tiga jawaban, bukan satu

Akses ke sebuah mata pelajaran diberikan per mata pelajaran, dan ada tiga bentuknya.

Pengamat boleh membuka mata pelajarannya. Materinya, strukturnya, jalannya kelas. Tidak nilainya.

Penilai boleh membuka dan boleh menilai. Tidak boleh mengubah isi mata pelajarannya — tidak menambah bab, tidak mengganti soal, tidak mengubah tenggat.

Guru pendamping boleh membuka, menilai, dan mengubah isinya. Ini yang paling dekat dengan "menggantikan sementara".

Cocokkan dengan tiga permintaan tadi dan jawabannya jadi jelas: kepala sekolah pengamat, pengganti cuti guru pendamping, yang membantu memeriksa penilai. Tidak ada yang perlu diberi lebih dari yang dia minta.

Yang paling sering salah adalah yang pertama

Pengamat adalah peran yang paling mudah diberikan terlalu besar, karena yang meminta biasanya atasan Anda dan permintaannya terdengar wajar.

Tapi "melihat bagaimana kelas 8 berjalan" dan "membaca nilai satu per satu siswa" adalah dua hal yang berbeda, dan cuma satu di antaranya yang diminta.

Karena itu Rekap Nilai dijaga oleh izin menilai, bukan izin melihat. Seorang pengamat bisa membuka mata pelajarannya dan tidak menemukan tombol Rekap Nilai sama sekali. Kalau dia tahu alamat berkas unduhannya dan mengetiknya langsung, berkas itu juga menolak — halaman dan berkas yang ditawarkannya dijaga oleh syarat yang sama, jadi keduanya tidak bisa berbeda pendapat tentang siapa yang berhak.

Ini bukan soal tidak mempercayai kepala sekolah. Ini soal bahwa akses yang diberikan sekali akan bertahan lama, dan setahun dari sekarang tidak ada yang ingat kenapa akun itu bisa melihat semuanya.

Kenapa peran ini tidak bisa Anda rancang sendiri

Sekolah tidak bisa membuat peran baru dengan susunan izin karangan sendiri, dan itu keputusan yang disengaja, bukan yang belum sempat dikerjakan.

Peran seseorang ikut tersimpan di sesi login yang berlaku beberapa hari. Kalau susunan izin bisa diubah bebas oleh sekolah, ada dua kemungkinan dan keduanya buruk: perubahan itu baru berlaku setelah sesinya berakhir — yang berarti pencabutan akses tidak langsung berlaku, justru pada saat Anda paling butuh — atau setiap permintaan halaman harus menanyakannya kembali ke basis data.

Tiga bentuk yang tetap dan bisa dijelaskan dalam satu kalimat lebih berguna daripada susunan izin yang bisa dikarang bebas dan tidak ada yang berani mengubahnya.

Yang bisa Anda periksa hari ini

Bukan siapa yang punya akun. Siapa yang punya akses ke mata pelajaran yang bukan miliknya, dan apakah alasannya masih berlaku.

Guru pengganti yang cutinya sudah selesai bulan lalu masih guru pendamping sampai ada yang mencabutnya. Rekan yang membantu memeriksa ujian semester lalu masih penilai. Tidak ada yang melakukan kesalahan; hanya tidak ada yang punya alasan untuk melihat lagi.

Menjelang ujian adalah saat permintaan akses paling banyak datang. Itu juga saat yang paling masuk akal untuk membereskan yang sudah menumpuk sebelumnya.