
Ada yang menanyakan bagaimana kelas Anda berjalan sejauh ini, dan Anda membuka daftar nilainya. Semester baru jalan beberapa minggu, jadi sebagian besar kotaknya masih kosong.
Itu wajar. Yang tidak wajar adalah kalau semua kotak kosong itu diperlakukan sama.
Kosong yang mana
Ambil satu kolom saja, misalnya "Ulangan Bab 2". Ada empat siswa yang tidak punya nilai di kolom itu:
- Rina tidak mengumpulkan. Batas waktunya lewat minggu lalu.
- Dimas mengumpulkan tepat waktu, tapi soalnya esai dan Anda belum sempat memeriksanya.
- Sari belum bisa mengerjakan. Ulangannya baru dibuka minggu depan.
- Bayu tidak pernah diberi ulangan itu — soal itu hanya ditujukan ke sebagian siswa.
Empat kotak kosong yang di layar terlihat sama persis, dan artinya bertolak belakang. Dari keempatnya, cuma Rina yang bisa disebut tidak mengerjakan.
Karena itu Rekap Nilai tidak memakai satu tanda untuk semuanya:
—belum dikumpulkan⋯sudah dikumpulkan, menunggu dinilai○belum jatuh tempo·tidak diberikan ke siswa itu
Ini bukan soal kerapian tampilan
Cepat atau lambat, sekolah harus memutuskan: yang tidak dikumpulkan dihitung nol atau tidak. Ada sekolah yang menghitungnya nol, ada yang tidak, dan keduanya sah. Karena itu pilihannya disediakan sebagai satu kotak centang, bukan diputuskan diam-diam untuk Anda.
Begitu kotak itu dicentang, perbedaan tadi berhenti jadi soal tampilan dan mulai jadi soal nilai.
Bayangkan ujian tengah semester sudah dijadwalkan bulan depan, jadi kolomnya sudah ada di tabel — kosong semua, karena memang belum ada yang mengerjakannya. Kalau "belum jatuh tempo" dihitung sama dengan "belum dikumpulkan", satu centang tadi memberi nol ke seluruh kelas untuk ujian yang belum terjadi, dan rata-rata kelas untuk kolom itu terbaca 0. Angka seperti itu tidak berhenti di layar: ia masuk ke rapat dan ke tangkapan layar yang dikirim ke kepala sekolah, dan angka yang sudah ditulis akan dipercaya.
Jadi centang itu hanya menyentuh yang belum dikumpulkan. Yang belum jatuh tempo tetap di luar hitungan — belum ada yang gagal melakukan apa pun. Yang menunggu penilaian juga di luar, karena yang belum selesai di situ adalah pekerjaan gurunya, bukan pekerjaan siswanya. Dan yang tidak diberikan ke siswa itu tidak pernah ikut, dengan setelan apa pun: menghitungnya berarti mengarang kegagalan dari sesuatu yang tidak pernah ada.
Di berkas unduhan, aturannya sengaja dibuat berbeda
Nilai jarang berhenti di tabel web. Ujungnya tetap masuk ke format rapor sekolah atau ke sistem yang diminta dinas, jadi ada unduhan CSV dan Excel.
Di dalam berkas itu, keempatnya ditandai lain:
- belum dikumpulkan → selnya benar-benar kosong
- menunggu penilaian →
? - belum jatuh tempo →
~ - tidak diberikan →
-
Alasannya praktis. Di spreadsheet, sel yang benar-benar kosong adalah satu-satunya yang bisa Anda sapu jadi nol dengan satu rumus. Kalau keempatnya sama-sama kosong, rumus yang sama juga akan memberi nol ke ujian yang belum berlangsung — diam-diam, dan tanpa ada yang kelihatan keliru. Tiga keadaan yang tidak boleh jadi nol karena itu diberi tanda, supaya tidak bisa berubah jadi angka tanpa Anda sadari.
Keterangan tandanya ikut di baris bawah berkas, jadi siapa pun yang membukanya tiga bulan lagi tidak perlu menebak.
Angka kecil di sebelah rata-rata
Setiap rata-rata ditulis bersama penyebutnya: "8 dari 12".
Di pertengahan semester, nilai 78 dari 3 asesmen dan nilai 78 dari 11 asesmen adalah dua kalimat yang berbeda. Rata-rata tanpa penyebutnya mengundang pembacanya menganggap semester sudah selesai.
Rata-rata kelas ada di baris paling bawah tiap kolom, rata-rata siswa di kolom paling kanan, dan ada penyaring per rombel. Ujian sekolah ditampilkan tapi tidak ikut rata-rata mata pelajaran secara bawaan, karena ia milik jenjangnya — kalau Anda memang ingin memasukkannya, centangnya ada di sebelah.
Di mana
Rekap Nilai ada di halaman setiap mata pelajaran, di sebelah tombol Analitik.
Guru mata pelajaran, guru pendamping, dan penilai bisa membukanya. Pengamat tidak — boleh melihat mata pelajarannya, tidak nilai satu kelasnya.
Satu hal yang tidak diputuskan di sini
Rekap Nilai tidak memutuskan apakah tugas yang tidak dikumpulkan itu nol. Sekolah Anda yang memutuskan.
Tugasnya cuma memastikan bahwa saat Anda memutuskan, yang tersentuh hanya kotak yang memang Anda maksud.
Afisena